LPK Se-Bali Dilatih Buat Kurikulum Berbasis Standar Kompetensi

LEMBAGA Pelatihan Ker­ja (LPK) di Bali, Jumat (3/1) kemarin mendapat pelatihan Penyusunan Kurikulum, Les­son Plan dan Asesmen Berba­sis Standar Kompetensi. Keg­iatan ini terselenggara berkat kerja sama antara LA-LPK Nasional, KA-LPK Provinsi Bali, DPD HillSi Bali, DPD AISI Bali dan didukung sepenuhnya oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bali.

Ketua Lembaga Akreditasi Lembaga Pelatihan Kerja (LA­LPK) Didik P. Sumbodo, S.E., S.Psi., M.M. di sela kegiatan itu mengatakan, pelatihan Penyusunan Kurikulum, Les­son Plan dan Asesmen Berba­sis Standar Kompetensi meru­pakan proyek percontohan (pi­lot project) di Indonesia. Sete­lah dilakukan evaluasi, kegia­tan ini akan diterapkan ke ber­bagai provinsi di Indonesia. "Kami ingin mendorong agar seluruh LPK di Bali menerap­kan kurikulum lesson plan dan asesmen yang berstandar ko­mpetensi nasional," ujar Didik didampingi Ketua Komite Akreditasi LPK Provinsi Bali Drs. I Made Juana, M.M. dan Ketua Panitia Pelatihan, Sis­ka Suzana Darmawan, S.S.

Dikatakan, pelatihan tersebut didasari banyaknya LPK di Indonesia yang menyelenggar­akan kursus tidak bisa menya­jikan kurikulum dengan baik, sehingga dalam penerapannya terjadi limier dengan kompeten­si yang dimiliki "Banyak LPK di Indonesia yang menyeleng­garakan kursus tidak berbasis kompetensi. Walaupun berba­sis kompetensi, cara menurun­kannya tidak benar. Sehingga, kompetensi yang diambil dalam pelaksanaan di kelas tidak nyambung. Untuk itu, kami mencoba menyambungkan se­luruh rangkaian itu menjadi satu kesatuan yang utuh," ter­angnya.

Ketua Komite Akreditasi LPK Provinsi Bali yang juga Ketua DPD Hillsi Bali Drs. I Made Juana, M.M. mengata­kan, kegiatan ini sebagai mo­mentum yang baik bagi DPD Hillsi Bali untuk berbagi pengetahuan bagaimana menyusun kurikulum yang benar. "Kami dari DPD Hillsi harus mampu mengembang­kan kurikulum kompetensi. Karena itu, kegiatan ini meru­pakan momen yang sangat penting sekali, peran kami dari DPD Hillsi Bali untuk mem­berikan kepada LPK-LPK bagaimana menyusun kurikulum yang benar," ucapnya.

Menurutnya, pihaknya terus melakukan pendekatan ter­padu melalui tiga aspek, yak­ni pelatihan, sertifikasi dan penempatan. "Harapan kami kepada seluruh LPK supaya mendukung program ini," ucapnya.

Sementara Siska Suzana dalam laporannya mengata­kan, peserta yang ikut dalam pelatihan tersebut berjumlah 40 orang, di mana terdiri atas Direktur LPK, Instruktur LPK, Asesor Kompetensi, pelaku in­dustri, guru SMK dan asosiasi bidang pelatihan ketenagaker­jaan. "Pelatihan ini dilaksana­kan selama dua hari, mulai Jumat (3/1) hingga Sabtu (4/1). Kami menghadirkan narasum­ber yang ahli di bidangnya, yak­ni Dr. Nancy Susianna, M.Pd.," tandasnya. (adl)

LA-LPK Events

November 2014
S M T W T F S
26 27 28 29 30 31 1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 1 2 3 4 5 6

Votes

Polling Web

Bagus - 66.7%
Biasa - 27.8%
Kurang - 5.6%

Total votes: 18
The voting for this poll has ended on: 16 Jul 2013 - 10:47